ELTKERS bermula dari sebuah "brand", bagi para pecinta dan pegiat Ling Tien Kung, (seperti halnya pada para pecinta sepeda "biker" atau pecinta olahraga golf "golfer").

Sebutan ELTEKERS pertama kali diperkenalkan pada saat RAKORNAS Ling Tien Kung di Surabaya. Adapun Ling Tien Kung merupakan sebuah terapi yang dipercaya dapat
menyembuhkan berbagai penyakit apabila dilakukan secara rutin dan benar,
serta bersungguh-sungguh. Ling Tien Kung bukanlah olahraga senam,
melainkan terapi yang melatih tubuh untuk melakukan gerakan yang membuat
pengisian ulang energi kehidupan. Gerakannya sederhana tetapi efektif
dan dapat dilakukan oleh orang dari berbagai usia. Awiek Wijaya, penemu
Ling Tien Kung berkeyakinan bahwa tubuh manusia itu sebetulnya mempunyai
sumber energi kehidupan yang tak pernah padam, yang menjadi power
supply bagi organ-organ tubuhnya. Bila organ tubuh itu mempunyai cukup
energi, dan tegangannya baik, maka organ tubuh itu akan berfungsi dengan
baik, dan tubuh seseorang itu menjadi sehat.
Ling Tien Kung mulai diperkenalkan kepada masyarakat sejak bulan
Agustus tahun 2004, yang ditandai dengan mulai adanya latihan perdana di
areal perumahan Central Park di Mulyosari, Surabaya, yang hanya diikuti
oleh sekitar 30 orang. Awiek Wijaya tidak pernah promosi, tidak pernah mengajak orang untuk
ikut berlatih terapi kesehatan Ling Tien Kung. Para peserta latihan
umumnya datang sendiri karena diberitahu oleh teman-temannya. Sebagian
besar orang yang datang latihan itu kebanyakan membawa penyakitnya
sendiri-sendiri. Setelah mereka rajin berlatih, dan gerakan-gerakannya
benar, Awiek Wijaya optimistis bahwa berbagai penyakit para peserta
latihan akan hilang
Berwadah “Mpet2” Surabaya
Dalam perjalanan waktu, Awiek Wijaya membentuk sebuah wadah bernama
“Mpet²” di Surabaya pada tahun 2010, yang salah satu tugasnya adalah
mengadakan program pelatihan instruktur. Pada tahun 2014 wadah ini
dicatatkan secara resmi ke Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat
Indonesia (FORMI) Provinsi Jawa Timur. Sebagaimana dinyatakan sendiri
oleh Awiek Wijaya, bahwa wadah Mpet2 ini bukanlah suatu bentuk
0rganisasi. Pernyataan Awiek Wijaya ini juga tertulis dalam buku “Ling
Tien Kung” karyanya, yang diterbitkan oleh Penerbit Insan Cendekia,
Surabaya, Cetakan ke-IV (1 April 2019), khususnya pada halaman 143.
Salah satu tugas instruktur adalah untuk menyebar-luaskan ilmu Ling Tien
Kung kepada masyarakat luas yang membutuhkan.
Menurut Awiek Wijaya, instruktur dan masyarakat pegiat Ling Tien Kung
adalah bagaikan sebuah “Keluarga Besar Ling Tien Kung”. Ia meminta
kepada seluruh jajaran keluarga besar Ling Tien Kung di manapun berada
untuk menyebar-luaskan ilmu Ling Tien Kung ini kepada masyarakat luas
yang membutuhkannya, sehingga jangan sampai ilmu ini hanya berhenti pada
diri para instruktur saja. Ling Tien Kung ini adalah gerak terapi,
bukan senam, dan merupakan sebuah kegiatan sosial, yang berada di
mana-mana namun tidak boleh dibawa ke mana-mana (ke arah SARA dan
politik).
Satu hal yang juga dicita-citakan oleh Awiek Wijaya adalah berupaya
untuk membuka jendela dunia melalui penyebaran ilmu Ling Tien Kung.
Sehingga oleh karenanya, keluarga besar Ling Tien Kung diharuskan selalu
guyub, bersatu, dan berlandaskan falsafah “bhinneka tunggal ika”.
Semoga saja gerakan terapi Ling Tien Kung ini terus berkembang dalam
menyebarkan kebaikan bagi seluruh kalangan usia, baik tua maupun muda.
Berwadah “Eltekers Indonesia”
Keberadaan Ling Tien Kung di “Jabodetabek” sesungguhnya sudah mulai
ada di Tangerang sejak tahun 2011, namun tidak berkembang. Kemudian baru
bisa lebih berkembang sejak tahun 2017, dengan Ganie Notowijoyo selaku
Ketua Koordinator Jabodetabek. Istilah Eltekers (awalnya tertulis:
LTK’ers) sesungguhnya juga sudah ada sejak tahun 2017 itu, sebagai
“brand” (para pecinta Ling Tien Kung: eltekers), khususnya di wilayah
Jabodetabek.
Melihat perkembangan Ling Tien Kung di Jabodetabek, kemudian
memunculkan keinginan Awiek Wijaya semasa hidupnya untuk bisa
mem-“putih-biru”-kan Lapangan Monas di Jakarta. Maksudnya, agar lapangan
Monas dapat dipenuhi oleh para peserta untuk menggelar latihan bersama
terapi Ling Tien Kung, dengan mengenakan seragam “putih-biru”. Hal ini
dimaksudkan sebagai salah satu pertanda upaya Ling Tien Kung untuk
melangkah membuka jendela dunia, melalui “Monas”.
Namun Awiek Wijaya sudah keburu meninggal dunia di Surabaya pada 8
Januari 2019, sehingga tidak sempat menyaksikan pewujudan keinginannya
untuk menggelar acara pelatihan instruktur Ling Tien Kung tingkat
nasional dan acara gebyar ulang tahun spesial Ling Tien Kung ke-14 di
lapangan Silang Monas, Jakarta, karena acaranya baru diselenggarakan
pada tanggal 27 Oktober 2019. Acara yang digelar secara nasional ini,
dengan Ketua Panitia Brigjen TNI Marinir Widodo Dwi Purwanto telah
berlangsung secara sukses, dan dihadiri kurang lebih 5.000 orang dari
seluruh Indonesia.
Selanjutnya, pada 7 Juli 2024 kembali Jabodetabek mengadakan gebyar
acara latihan bersama Ling Tien Kung di lapangan Silang Monas, Jakarta,
dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 Ling Tien Kung
Koordinator Jabodetabek, di bawah pimpinan dokter Achmad Mediana, yang
dihadiri lebih dari 5000 orang, dengan Ketua Panitia Kolonel TNI Marinir
M. Hasyim Ashari.
Brand Eltekers yang sudah ada sejak tahun 2017 dan kemudian
diperkenalkan dalam bentuk merchandise pada waktu Rakornas di Surabaya
28 Oktober 2023 itu rupanya telah mengusik pihak Surabaya. Sehingga
secara sepihak Surabaya mencabut SK Kordinator Otonom Jabodetabek tanpa
melalui mediasi/dialog, walaupun sudah diupayakan. Namun hal ini tidak
menjadikan suatu masalah bagi para Eltekers Jabodetabek, karena niatnya
adalah untuk melaksanakan pesan Awiek Wijaya, dalam menyebarkan ilmu
Ling Tien Kung kepada masyarakat luas.
Sehingga kemudian di Jakarta secara resmi lahirlah sebuah wadah baru
bernama Perkumpulan “Eltekers Indonesia Sejahtera” yang dinotarialkan
pada tanggal 17 Agustus 2024, dan dideklarasikan di Jakarta pada tanggal
28 Agustus 2024, dalam rangka mewujudkan cita-cita Awiek Wijaya untuk
menyebarkan ilmu Ling Tien Kung di muka bumi dengan membuka jendela
dunia.
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, meridhoi niat dan usaha kita semua.