PENDIDIKAN dan PELATIHAN INSTRUKTUR ELTEKERS (III)

 


DAFTAR PESERTA DIKLAT 3 INSTRUKTUR ELTEKERS INDONESIA SEJAHTERA





















































































Pendidikan dan Pelatihan Instruktur ELTEKERS (2nd)

Pendidikan dan Pelatihan

Instruktur ELTEKERS Indonesia Sejahtera

Angkatan ke-2 

PSEKP - Kementrian Pertanian (2025)


1. Kepanitian

    Ketua                M. Hasyim Ashari

    Wakil Ketua     Samodra Widiartono


2. Narasumber (Pembicara)

    

 3. Jumlah Peserta

    180 peserta dari berbagai wilayah provinsi dan daerah (Riau, Sumatra Selatan, Jabodetabek)


4. Daftar Peserta

Peserta dari Palembang




ELTEKERS

 

Ling Tien Kung bukan sekedar latihan tetapi merupakan Holistic Therapy

  • Terapi olah tubuh sendiri dengan titik nol Pengisian ulang atau Mendapatkan energi kembali empet-empet anus
  • Terapi untuk menjadikan normal dan sehat Kembali
Dengan melakukan untuk meredakan atau menyembuhkan suatu Hambatan fungsi dengan menjalankan stimulasi organ tubuh dan stimulasi fungsi tubuh seperti:
  1. Otak
  2. Darah
  3. Otot
  4. Saraf
  5. Tulang




  1. Tujuan

    • Penyembuhan dan Membangun Energi
    • Meremajakan Tubuh dan Organ-organnya
    • Menyeimbangkan Sistem Internal Tubuh
    • Membuat Orang Sehat & Bahagia

     

ELTEKERS INDONESIA SEJAHTERA

ELTKERS bermula dari sebuah "brand", bagi para pecinta dan pegiat Ling Tien Kung, (seperti halnya pada para pecinta sepeda "biker" atau pecinta olahraga golf "golfer").

Sebutan ELTEKERS pertama kali diperkenalkan pada saat RAKORNAS Ling Tien Kung di Surabaya. Adapun Ling Tien Kung merupakan sebuah terapi yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit apabila dilakukan secara rutin dan benar, serta bersungguh-sungguh. Ling Tien Kung bukanlah olahraga senam, melainkan terapi yang melatih tubuh untuk melakukan gerakan yang membuat pengisian ulang energi kehidupan. Gerakannya sederhana tetapi efektif dan dapat dilakukan oleh orang dari berbagai usia. Awiek Wijaya, penemu Ling Tien Kung berkeyakinan bahwa tubuh manusia itu sebetulnya mempunyai sumber energi kehidupan yang tak pernah padam, yang menjadi power supply bagi organ-organ tubuhnya. Bila organ tubuh itu mempunyai cukup energi, dan tegangannya baik, maka organ tubuh itu akan berfungsi dengan baik, dan tubuh seseorang itu menjadi sehat.

Ling Tien Kung mulai diperkenalkan kepada masyarakat sejak bulan Agustus tahun 2004, yang ditandai dengan mulai adanya latihan perdana di areal perumahan Central Park di Mulyosari, Surabaya, yang hanya diikuti oleh sekitar 30 orang. Awiek Wijaya tidak pernah promosi, tidak pernah mengajak orang untuk ikut berlatih terapi kesehatan Ling Tien Kung. Para peserta latihan umumnya datang sendiri karena diberitahu oleh teman-temannya. Sebagian besar orang yang datang latihan itu kebanyakan membawa penyakitnya sendiri-sendiri. Setelah mereka rajin berlatih, dan gerakan-gerakannya benar, Awiek Wijaya optimistis bahwa berbagai penyakit para peserta latihan akan hilang

Berwadah “Mpet2” Surabaya

Dalam perjalanan waktu, Awiek Wijaya membentuk sebuah wadah bernama “Mpet²” di Surabaya pada tahun 2010, yang salah satu tugasnya adalah mengadakan program pelatihan instruktur. Pada tahun 2014 wadah ini dicatatkan secara resmi ke Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Provinsi Jawa Timur. Sebagaimana dinyatakan sendiri oleh Awiek Wijaya, bahwa wadah Mpet2 ini bukanlah suatu bentuk 0rganisasi. Pernyataan Awiek Wijaya ini juga tertulis dalam buku “Ling Tien Kung” karyanya, yang diterbitkan oleh Penerbit Insan Cendekia, Surabaya, Cetakan ke-IV (1 April 2019), khususnya pada halaman 143. Salah satu tugas instruktur adalah untuk menyebar-luaskan ilmu Ling Tien Kung kepada masyarakat luas yang membutuhkan.

Menurut Awiek Wijaya, instruktur dan masyarakat pegiat Ling Tien Kung adalah bagaikan sebuah “Keluarga Besar Ling Tien Kung”. Ia meminta kepada seluruh jajaran keluarga besar Ling Tien Kung di manapun berada untuk menyebar-luaskan ilmu Ling Tien Kung ini kepada masyarakat luas yang membutuhkannya, sehingga jangan sampai ilmu ini hanya berhenti pada diri para instruktur saja. Ling Tien Kung ini adalah gerak terapi, bukan senam, dan merupakan sebuah kegiatan sosial, yang berada di mana-mana namun tidak boleh dibawa ke mana-mana (ke arah SARA dan politik).

Satu hal yang juga dicita-citakan oleh Awiek Wijaya adalah berupaya untuk membuka jendela dunia melalui penyebaran ilmu Ling Tien Kung. Sehingga oleh karenanya, keluarga besar Ling Tien Kung diharuskan selalu guyub, bersatu, dan berlandaskan falsafah “bhinneka tunggal ika”. Semoga saja gerakan terapi Ling Tien Kung ini terus berkembang dalam menyebarkan kebaikan bagi seluruh kalangan usia, baik tua maupun muda.

Berwadah “Eltekers Indonesia”

 

Keberadaan Ling Tien Kung di “Jabodetabek” sesungguhnya sudah mulai ada di Tangerang sejak tahun 2011, namun tidak berkembang. Kemudian baru bisa lebih berkembang sejak tahun 2017, dengan Ganie Notowijoyo selaku Ketua Koordinator Jabodetabek. Istilah Eltekers (awalnya tertulis: LTK’ers) sesungguhnya juga sudah ada sejak tahun 2017 itu, sebagai “brand” (para pecinta Ling Tien Kung: eltekers), khususnya di wilayah Jabodetabek.

Melihat perkembangan Ling Tien Kung di Jabodetabek, kemudian memunculkan keinginan Awiek Wijaya semasa hidupnya untuk bisa mem-“putih-biru”-kan Lapangan Monas di Jakarta. Maksudnya, agar lapangan Monas dapat dipenuhi oleh para peserta untuk menggelar latihan bersama terapi Ling Tien Kung, dengan mengenakan seragam “putih-biru”. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu pertanda upaya Ling Tien Kung untuk melangkah membuka jendela dunia, melalui “Monas”.

Namun Awiek Wijaya sudah keburu meninggal dunia di Surabaya pada 8 Januari 2019, sehingga tidak sempat menyaksikan pewujudan keinginannya untuk menggelar acara pelatihan instruktur Ling Tien Kung tingkat nasional dan acara gebyar ulang tahun spesial Ling Tien Kung ke-14 di lapangan Silang Monas, Jakarta, karena acaranya baru diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2019. Acara yang digelar secara nasional ini, dengan Ketua Panitia Brigjen TNI Marinir Widodo Dwi Purwanto telah berlangsung secara sukses, dan dihadiri kurang lebih 5.000 orang dari seluruh Indonesia.

Selanjutnya, pada 7 Juli 2024 kembali Jabodetabek mengadakan gebyar acara latihan bersama Ling Tien Kung di lapangan Silang Monas, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 Ling Tien Kung Koordinator Jabodetabek, di bawah pimpinan dokter Achmad Mediana, yang dihadiri lebih dari 5000 orang, dengan Ketua Panitia Kolonel TNI Marinir M. Hasyim Ashari.

Brand Eltekers yang sudah ada sejak tahun 2017 dan kemudian diperkenalkan dalam bentuk merchandise pada waktu Rakornas di Surabaya 28 Oktober 2023 itu rupanya telah mengusik pihak Surabaya. Sehingga secara sepihak Surabaya mencabut SK Kordinator Otonom Jabodetabek tanpa melalui mediasi/dialog, walaupun sudah diupayakan. Namun hal ini tidak menjadikan suatu masalah bagi para Eltekers Jabodetabek, karena niatnya adalah untuk melaksanakan pesan Awiek Wijaya, dalam menyebarkan ilmu Ling Tien Kung kepada masyarakat luas.

Sehingga kemudian di Jakarta secara resmi lahirlah sebuah wadah baru bernama Perkumpulan “Eltekers Indonesia Sejahtera” yang dinotarialkan pada tanggal 17 Agustus 2024, dan dideklarasikan di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2024, dalam rangka mewujudkan cita-cita Awiek Wijaya untuk menyebarkan ilmu Ling Tien Kung di muka bumi dengan membuka jendela dunia.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, meridhoi niat dan usaha kita semua.

 

KONTAK

Sekretariat Pengurus Pusat ELTEKERS INDONESIA SEJAHTERA

Jln Kemang Timur No. 23 - Jakarta Selatan 12730

Telp/WA : +62 899 960 7263


Pelatihan Calon Istruktur Eltekers Indonesia Sejahtera


Bertempat di Gedung Badiklat BPK-RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2024) telah digelar acara Pendidikan dan Pelatihan Calon Instruktur ELTEKERS Indonesia, yang merupakan bagian dari upaya untuk menyebarkan ilmu Ling Tien Kung dan memperkuat komunitas ELTEKERS Indonesia.

Pelatihan ini mencakup ujian praktek gerakan dasar Ling Tien Kung serta kemampuan presentasi para peserta. Kegiatan ini juga disaksikan langsung oleh para pimpinan ELTEKERS Indonesia. Sunarto Sastrodimedjo, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa ELTEKERS Indonesia tidak hanya fokus pada aspek fisik kesehatan, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan sosial ekonomi.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan mendorong peserta untuk membantu orang lain hidup lebih sehat," ujar Sunarto. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa calon instruktur tidak hanya perlu menguasai teknik Ling Tien Kung, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, empati, dan komitmen tinggi untuk memajukan kesehatan masyarakat.

Pelatihan ini diikuti oleh 205 peserta dari berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek dan Yogyakarta. Setelah melalui serangkaian ujian, para peserta yang dinyatakan lulus resmi menjadi Instruktur ELTEKERS Indonesia Angkatan Pertama tahun 2024.

Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang membahas berbagai aspek Ling Tien Kung, mulai dari pesan dari pendiri Ling Tien Kung, manfaatnya bagi kesehatan tulang, tinjauan medis, hingga visi dan misi ELTEKERS Indonesia.



Deklarasi Eltekers Indonesia Sejahtera

 


Eltekers Indonesia Sejahtera (EIS), sebuah komunitas pecinta Ling Tien Kung (LTK), telah resmi dideklarasikan pada tanggal 24 Agustus 2024. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan mulia, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat secara paripurna, meliputi kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual. 

Untuk mencapai tujuan ini, EIS memiliki beberapa program unggulan, di antaranya:

1. Mendirikan Eltekers Academy: Sebuah pusat pendidikan dan pelatihan kesehatan yang akan mengajarkan ilmu Ling Tien Kung dan konsep kesehatan holistik.

2. Membangun Eltekers Indonesia Wellness Center: Sebuah pusat kesehatan yang mengintegrasikan aspek fisik, mental, spiritual, sosial, dan ekonomi.

3. Melakukan riset: EIS berkomitmen untuk melakukan penelitian berbasis komunitas guna membuktikan efektivitas LTK dalam meningkatkan kesehatan.

3. Menyebarluaskan Ling Tien Kung secara global: EIS berambisi untuk memperkenalkan LTK ke dunia internasional dan berkontribusi pada kesehatan masyarakat global.

Program kerja EIS telah disusun secara matang, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Dalam jangka pendek, EIS akan fokus pada pembentukan struktur organisasi, pelatihan instruktur, dan persiapan acara internasional. Jangka menengah, EIS akan memperkuat jaringan dan mengembangkan program-program baru. Sedangkan dalam jangka panjang, EIS bercita-cita menjadi model komunitas sehat yang diakui secara global.

Dengan deklarasi EIS, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan merasakan manfaat dari Ling Tien Kung. Komunitas ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.